Latar dan juga bersaing setelah menjadi anggota uni eropa

Latar belakang
Pada tahun 2008 silam, yunani sebuah negara yang merupakan anggota dari uni eropa tertimpa krisis ekonomi. Krisis ekonomi ini berupa menumpuknya hutang luar negeri yunani terhadap banyak negara seperti perancis, german, portugal dan juga itali sebesar 4 milyar euro. Banyaknya hutang dari yunani tersebut bukanlah murni dari hutang luar negeri yunani terhadap negara – negara yang telah disebutkan diatas, akumulasi defisit yunani dan juga kelalaian dari yunani dalam membayar hutang pada tahun 1843, 1860, 1894, 1932 dan juga terakhir pada tahun 2008 Triesanto romulo simanjuntak, tanjung wijanarka, “masa depan eropa setelah krisis yunani” , masa depan uni eropa setelah kriris yunani.PDF, waktu akses sabtu 13 januari 2018 (19.00). menunjang terjadinya krisis ekonomi di yunani.
Yunani sebagai anggota dari uni eropa sendiri tidak secara mudah masuk ke uni eropa, dan sempat juga menerima penolakan. Pihak Uni Eropa sendiri pun memberikan syarat yang harus dipenuhi oleh pihak yunani agar dapat bergabung menjadi anggota dari uni eropa, syarat tersebut antara lain adalah, harus berada di wilayah eropa, memiliki kondisi politik yang stabil, dan juga memilki kemampuan ekonomi agar tidak mengganggu negara anggota uni eropa lainya namun yunani tetap memaksa masuk menjadi anggota dari uni eropa, ketika akhirnya masuk menjadi anggota, yunani yang tidak memiliki ekomoni yang unggul mengalami kesulitan dalam bersaing dengan pasar erop
Kesuliatan yunani dalam beradaptasi dan juga bersaing setelah menjadi anggota uni eropa bukan hanya faktor dari krisis tersebut. Kegagalan yunani dalam melunasi hutang menambah penyebab dari kriris ekonomi yunani pada tahun 2008. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab krisis tersebut baik dari luar seperti kegagalan yunani dalam melunasi utang luar negerinya dan juga alasan dalam negeri dimana yunani tidak dapat melakukan penyusutan anggaran belanja, maraknya korupsi, politik dinasti yang membuat pemerintahan tidak efektif, tingginya angka pensiun dini, gaji pensiunan yang tinggi serta, pembelian alat militer secara besar – besaran juga turut menambah beban dari yunani dalam sektor perekonomianya. Ditambah lagi sistem birokrasi dari yunani dianggap sangat tidak efektif.
Dengan terjadinya krisis yang terjadi di yunani ini, banyak negara anggota di uni eropa yang merasa tidak aman, dan takut bahawa krisis ekonomi di yunani ini akan menjalar ke negara – negara anggota lainya. Hal ini diperparah dikarenakan yunani bukan saja anggota dari uni eropa, yunani juga merupakan sebuah negara yang menggunakan mata uang euro, pada saat yunani akan masuk ke dalam euro zone, sebenarnya yunani tidak memenuhi persyaratan dikarenakan memiliki angka inflasi yang cukup tinggi. Namun pada tahun 2002 yunani dianggap resmi masuk kedalam euro zone. Bukan hanya adanya permasalahan baik luar dan juga dalam negeri yang membuat yunani berada dalam krisis ini. Yunani ketahuan melakukan pemalsuan laporan keungan dan telah membohongi uni eropa, hingga hilanglah kredibilitas dari uni eropa sebagai organisasi supranasional yang dianggap memilki tingkat kemapanan yang cukup tinggi Ibid hal 1^.
Pemerintah dari yunani juga dianggap tidak efektif baik sebelum maupun saat terjadinya krisis, hal ini dapat dicontohkan dengan gagalnya pemerintah yunani dalam mengencangkan peraturan fiskal. Pemerintah yunani telah gagal dalam melakukan pengencangan peraturan fiskal pada tahun 2003 – 2007, hal ini ditunjukan dengan pemerintah yang melakukan kesalahan dalam melakukan analisis resiko bisnis, dikarenakan adanya kesalahan analisis dari sektor bisnis privat dari yunani pada kala itu memiliki resiko yang cukup tinggi
Krisis yang dialami oleh yunani ini menyudutkan bank sentral eropa sebagai pengambil keputusan, dimana terdapat 2 pilihan yang sulit yaitu membiarkan yunani bangkrut atau gagal membayar hutang sehingga harus keluar dari euro zone, dengan resiko banyak bank – bank besar yang akan mengalami kerugian besar hingga dapat menimbulkan krisis yang pada akhirnya akan merugikan perekonomian di eurozone dan juga perekonomian dunia kerena banyak bank di dunia yang memegang surat obligasi dari pemerintah yunani. Pilihan kedua adalah dengan memeberikan yunani dana talangan yang disertai oleh jaminan untuk obligasi pemerintah yunani, namun pilihan ini pula memiliki resikonya dimana akan menambah hutang piutang dari negara – negara yang mau membantu yunani
Tahun 2010 menjadi tahun yang sangat kritis bagi yunani, pasalnya ketika krisis di yunani semakin genting konsuler dari german Angela Markel berkata bila diperlukan badan eksternal untuk menyelesaikan krisis keuangan dari yunani karena uni eropa telah menemukan jalan buntu dalam mengatasi krisis tersebut. Badan eksternal yang dimaksud disini adalah IMF, dan diharapkan dengan adanya bantuan dari IMF dapat membantu menyelsaikan krisis tersebut. Atas dasar diatas maka dibentuklah sebuah komite bernama TROIKA yang anggotanya adalah IMF, komisi eropa dan juga dan juga bank central eropa, yang tujuan dari komite ini sendiri adalah untuk mengelola krisis yang berada di yunani. Komite TROIKA ini sendiri telah melakukan langkah penyelamatan terhadap krisis yunani dengan memberikan dana bail – out yang ditunjukan untuk menenangkan para inverstor dan juga investor asing lainya yang memiliki investasi di kawasan eropa
.
TROIKA memberikan dana bail out terhadap yunani sebesar 110 miliyar euro, dengan rincian sebagai berikut, IMF berkontribusi sebesar 30 miliyar euro dan juga uni eropa berkontribusi sekitar 80 milyar euro. Pada tahun 2011 yunani dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka belum sanggup melunasi hutangnya dan juga menyelesaikan krisis ekonominya, hingga akhirnya uni eropa harus bertindak kembali dengan memberikan dana bail – out yang kedua dengan jumlah sebesar 130 milyar euro yang rencananya akan diberikan dalam kurun waktu 2002 hingga tahun 2014
Berdasarkan pemaparan yang berada di atas krisis yang terjadi di yunani pada tahun 2008 sangat menarik untuk diteliti terlebih bila dilihat dan juga dianilisa melalui teori seperti regionalisme atau neofungsionalisme, mengingat bahwa krisis yang terjadi di yunani ini ditakutkan dapat meleluas ke anggota lain dari uni eropa, terlebih dengan yunani yang adalah anggota dari uni eropa dan juga masuk dalam wilayah euro zone.
Karya ilmiah kami akan meneliti dan juga menganalisa bagaimana dampak, sejarah, serta bagaimana krisis ekonomi yang terjadi di yunani ini akan menimbulkan efek terhadap negara lainya mengingat bagaimana uni eropa serta anggotanya dapat terkena efek langsung dari krisis ekonomi di yunani ini.