Dugaan-Kepastian saja Atau sekumpulan ketakutan-ketakutan tak beralasan Yang lahir

Dugaan-Kepastian

 

Ayah… aku ingin
menyampaikan sesuatu kepadamu

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Ini sudah lebih dari
cukup untuk kudiamkan

Gejolaknya semakin
liar memberontak

Dia tak lagi lembut
sebagaimana saat pertamakali kutemukan

Mungkin dia mulai
bosan berteman denganku

Kini aku harus siap
untuk menjadi musuh baginya

Mempersiapkan
beberapa jurus ampuh untuk menangkal segala gerak-gerik konyolnya

 

Anakku… aku tidak
mengerti dengan apa yang kau sampaikan itu

 

Ayah… Simak
baik-baik dari apa yang kusampaikan ini

Kulihat dengan jelas,
mulutnya mulai bertaring

Kuku di tangan dan
kakinya semakin runcing

Pasti sangat sakit
bila kulitku tersayat olehnya

Itu sangat
mengerikan, kekebalan tubuhku belumlah sempurna, jiwaku pun demikian

 

Akhir-akhir ini aku
sangat serius memperhatikannya

Tatapan matanya selalu
tajam menusuk batinku

Pasti dia
merencanakan hal yang buruk untukku

Bisa kutebak, dia
iri karena bunga yang kutemukan di taman itu semakin mekar

Tidak seperti
bunganya yang telah sangat layu dan sepertinya akan mati

 

Bila nanti dia betul-betul
berbuat buruk padaku

Akh… aku harus
melawannya

Akan kucabuti semua
bulu jenggot dan kumisnya, hingga dia akan tampak seperti beruang bencong

 

Anakku…

Sebenarnya itu
dugaanmu saja

Atau sekumpulan
ketakutan-ketakutan tak beralasan

Yang lahir dari hati
seorang peragu sepertimu

 

Lantas bagaimana
jika dugaanku memang benar

Apakah aku tergolong
manusia yang cerdas…

Jawablah ayah

 

Anakku…

Matahari terbit dari
timur lalu terbenam di ufuk barat

Api membakar kayu,
kayu terapung di atas air, air memadamkan api, api punya masa dimana ia harus
padam

Apakah kau bisa
membuat dugaan lain…

Saat kau bisa
melakukannya, apakah kau tergolong manusia yang cerdas…

 

Aku cerdas bila
dugaanku benar

Aku bodoh bila
dugaanku salah

Iya kan ayah…

 

Pahamilah anakku…

Dugaan memang
bukanlah kepastian, bisa benar bisa salah

Benar dan salah
dalam sebuah dugaan, adalah sesuatu yang sangat wajar

Tapi ingat…

Kepastian… kepastian
tidak lahir dari sebuah dugaan

Ia memang ada, entah
diduga atau tidak diduga

 

Lalu

 

Pendapat ayah
adalah…

Bukan karena dugaan
kita benar lantas kita dikatakan cerdas

Atau sebaliknya,
bukan karena dugaan kita salah lantas kita dikatakan bodoh

Kita dikatakan
cerdas manakala kita bisa betul-betul mampu membedakan antara dugaan dan
kepastian

Tentu saja, kita
dikatakan bodoh manakala kita selalu mencampur-adukkan antara dugaan dengan
kepastian

 

Apakah ayah bisa
membedakan dan tidak mencampur-adukkan antara dugaan dengan kepastian…

 

Tidak anakku… ayah
tidak-atau setidaknya-belum bisa

Kalau begitu ayah
tergolong orang yang bodoh

Apakah itu dugaanmu
anakku…

Bukan… Itu adalah
kepastianmu ayah